Kembalinya Leeds United ke Liga Inggris

18
Leeds United ke Liga Inggris

Leeds United telah berhasil memastikan diri untuk bermain di Liga Inggris musim depan. Hal tersebut merupakan sebuah penantian panjang selama 16 tahun. Klub asal Yorkshire tersebut memastikan diri promosi ke Premier League setelah West Brom kalah dari Huddersfield Town dengan skor 1-2.

Dengan demikian, hasil tersebut membuat Leeds United berada paling atas Divisi Championship atau kasta kedua Premier League. Leeds United berhasil menjadi juara pada musim 2019/2020. Raihan tersebut menjadi sangat sempurna bagi mereka setelah memastikan diri ke Premier League.

Seperti diketahui, Leeds United tampil sagat dominan di Championship. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari dua besar sejak November 2019 lalu. Kini, mereka kembali ke Premier League untuk mencatatkan sejarah baru.

Menurunnya Leeds United

Klub berjuluk The Whites tersebut merupakan salah satu contoh klub yang melakukan banyak pengeluaran. Namun berbanding terbalik dengan pendapatan. Kemudian klub tersebut lolos ke kompetisi Eropa level klub sejak akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an.

Bahkan pada tahun 2001, mereka berhasil melaju hingga semifinal Liga Champions. Kemudian mereka melakukan peminjaman uang dengan jumlah yang sangat besar. Hal tersebut dilakukan untuk membeli pemain terbaik dunia. Selain itu, mereka juga mempertaruhkan pendapatan hak siar dan hadiah uang di Liga Champions.

Namun ternyata, hal tersebut malah menjadi boomerang bagi mereka. Di akhir musim, mereka malah finis pada posisi ke 4 dan ke 5 pada musim 2000/2001 dan musim 2001/2002. Sehingga, mereka gagal masuk ke Liga Champions selama dua tahun beruntun.

Kemudian hal itu membuat mereka mengalami penurunan dalam keuangan. Maka dari itu, mereka terpaksa untuk menjual para pemain terbaik. Salah satunya adalah Rio Ferdinand yang dilepas ke Manchester United yang merupakan rival berat mereka.

Hal tersebut membuat Leeds United semakin terpuruk. Pada tahun 2002-2003, posisi mereka melorot ke posisi 15. Bahkan mereka terdegradasi pada 2003-2004 yang dikarenakan finansial mereka yang tengah jeblok.

Pada musim 2005/2006, mereka hampir promosi ketika ditangan pelatih Kevin Blackwell. Namun dikarenakan finansial klub yang sangat darurat, akhirnya membuat mereka harus turun ke League One yang merupakan kasta ketiga Liga Inggris.

Hal tersebut menjadi awal yang sangat tidak menentu bagi mereka. Sebab dalam 15 tahun berikutnya, mereka telah menunjuk 14 pelatih. Bahkan mereka harus menerima pengurangan poin minus 15 pada musim 2007-2008 pada kompetisi League One. Tiga tahun kemudian, Leeds United kembali ke devisi Championship.

Setelah itu, babak baru dimulai oleh Leeds United. Klub tersebut diambil alih oleh pemilik baru yang bernama Massimo Cellino. Pada tahun 2014, ia juga merupakan presiden Cagliari.

Hadirnya Massimo Cellino dinilai sebagai hal yang kontroversial. Sejak awal kehadirannya sangat penuh drama dan berujung pada pendiskualifikasian dirinya dari Football League. Hal tersebut dikarenakan ia terbukti bersalah karena telah menghindari pembayaran pajak dari pengadilan Italia. Setelah itu, ia tidak bisa kembali ke klub. Namun masih bisa memegang kendali klub tersebut.

Massimo Cellino kemudian melakukan pergantian pelatih yang aneg. Salah satunya adalah menunjuk pelatih tim junior, David Hockaday yang hanya melatih selama 70 hari. Kemudian ada Darko Milanic yang hanya melatih selama 36 hari.

Leeds United kembali direbut oleh pengusaha asal Italia, Andrea Radrizzani pada Januari 2017. Kemudian pada Mei 2017, saham Cellino dibeli Radrizzani dari sisa 50 persen. Baru setelah itu, ditangan pemilik baru membuat manajemen klub menjadi lebih stabil. Pada Juni 2018, Andrea Radrizzani menunjuk Marcelo Bielsa.

Leeds United Mulai Menunjukkan Performanya

Ekspektasi pada Marcelo Bielsa malah berakhir dengan sebuah kekecewaan. Pada paruh kedua musim tersebut, performa klub merosot jauh dan berkahir kalah di playoff. Bahkan pada awal musim ini, klub kehilangan dua sosok yang menjadi kunci. Kedua sosok tersebut adalah Pontus Jansson dan Keemar Roofe. Namun pihak klub tidak melepas Marcelo Bielsa, mereka masih yakin dengan sang pelatih tersebut.

Namun, Leeds United malah tampil semakin apik. Bahkan, mereka menunjukan sebuah ketahanan mental yang lebih baik dibandingkan musim pertamanya. Terlebih lagi, mereka juga mendapat banyak sekali cobaan yang sangat memilukan. Mereka hanya meraih 2 kemenagan dari 12 pertandingan. Kemudian, adanya hukuman bagi kiper Kiko Casilla selama 8 pertandingan yang dikarenakan menggunakan bahasa rasialis pada September.

Akan tetapi, hal tersebut tak membuat performa Leeds United menurun jauh. Mereka berhasil meraih lima kemenangan secara beruntun. Termasuk dengan sebelum musim dihentikan sementara karena pandemi virus corona.

Setelah musim dilanjut, Leeds United kembali tampil sangat kuat. Bahkan pasukan Marcelo Bielsa sama sekali tidak terkalahkan dalam 6 pertandingan dan meraih 4 kali kemenangan secara beruntun.

Berkat hasil yang apik tersebut membuat Leeds United memastikan diri ke Premier League musim depan. Hal itu juga mengakhiri penderitaan mereka selama 16 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SUBSCRIBE UNTUK MENONTON
UNTUK MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN UNTUK VIDEO TERBARU
We respect your privacy.